Terobos Kendala Geografis, Tim Gabungan Berjibaku Jinakkan Puluhan Titik Karhutla di Ogan Ilir

OGAN ILIR – Perjuangan keras harus dihadapi oleh tim gabungan Kepolisian Resor (Polres Ogan Ilir) saat melakukan penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Selain berkejaran dengan waktu, personel di lapangan bahkan harus menyeberangi sungai demi melokalisasi kobaran api yang membakar lahan di kawasan terpencil seperti Desa Ulak Kembahang.

Aksi tanggap darurat ini dipicu oleh munculnya 24 titik panas (hotspot) yang terpantau lewat pemetaan udara hingga Jumat (2/10) sore pukul 18.00 WIB. Korps Bhayangkara langsung mengerahkan personel untuk menyisir 20 titik koordinat secara langsung (ground check) guna memadamkan amukan api.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh jajaran polsek diperketat demi memutus potensi bencana kabut asap sejak dini.

“Fokus utama kami adalah pergerakan taktis yang cepat. Setiap ada indikasi kebakaran, anggota harus segera berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dini, sehingga api tidak sampai mengancam area pemukiman ataupun merusak kelestarian alam,” ujar AKBP Rizka Aprianti pada Sabtu (3/10/2026).

Berdasarkan data terkini dari posko penanggulangan, berikut adalah perkembangan situasi pemadaman yang terbagi dalam empat sektor utama:

  • Sektor Rayon Pemulutan: Petugas berhasil memadamkan kebakaran lahan di Desa Aur Standing (2 Ha) dan Desa Kapuk (1 Ha). Selain area perkebunan, tim juga berhasil memadamkan kebakaran yang melanda satu unit rumah berukuran 20×20 m² di Desa Mekar Jaya. Sementara itu, pemantauan berkala masih dipusatkan di Desa Sarang Elang.
  • Sektor Rayon Indralaya: Kobaran api yang membakar lahan di Desa Palem Raya seluas 5 hektare, Desa Sungai Rambutan seluas 2 hektare, dan Desa Tanjung Baru seluas 1 hektare (termasuk area dekat Lubuk Sakti) dipastikan telah padam. Meski begitu, petugas belum menarik diri dari Desa Meranjat II dan Desa Tanjung Agung guna mengantisipasi munculnya bara api tersembunyi.
  • Sektor Rayon Tanjung Batu & Lubuk Keliat: Kebakaran pada ruang terbuka di Desa Burai (2 Ha) dan Desa Rengas II (1 Ha) berhasil dijinakkan secara total. Di sisi lain, proses pemadaman di Desa Ketiau hingga saat ini dilaporkan masih terus berlangsung di bawah pengawasan ketat tim satgas.
  • Sektor Rayon Muara Kuang, Tanjung Raja, & Rantau Alai: Area di tiga kecamatan ini dipastikan berada dalam status aman dan kondusif. Titik api dengan luasan minim yang sempat muncul di Desa Munggu (0,1 Ha), Desa Sunur (0,3 Ha), Desa Kerinjing, dan Desa Sukananti Baru dipastikan telah steril dari asap.

Meskipun sistem pelaporan digital pada aplikasi Stop KARHUTLA sempat mengalami kendala teknis akibat gangguan sinyal, hal tersebut tidak memutus rantai komunikasi. Pasukan di garis depan memanfaatkan aplikasi pesan singkat WhatsApp untuk mengirimkan laporan situasi secara real-time.

Polres Ogan Ilir kembali mengingatkan masyarakat maupun pihak pengelola perkebunan secara tegas untuk menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar. Partisipasi aktif warga untuk langsung mengabarkan temuan kepulan asap kepada aparat terdekat menjadi elemen penting dalam menjaga ruang udara Ogan Ilir tetap bersih.