Merajut Jaring Pengaman Ekologis: Aliansi Lintas Sektor Gelar Operasi Mitigasi Karhutla di Desa Burai

Ogan Ilir – Komitmen menjaga keasrian lingkungan hidup serta membentengi kawasan dari ancaman kerusakan ekosistem akibat bencana asap dan api terus digelorakan melalui aksi nyata. Jajaran kepolisian sektor memimpin langsung operasi pengawasan terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan bersama elemen instansi terkait.
Berdasarkan berkas arsip pelaporan resmi kedinasan kesatuan, pelaksanaan misi penjagaan teritorial tersebut dilangsungkan pada hari Jumat, tanggal 2 Oktober 2026. Pergerakan armada regu gabungan mulai diterjunkan tepat pada pukul 13.30 WIB siang hari, dengan menetapkan sektor sasaran utama di kawasan rawan yang terletak di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.
Rangkaian kegiatan pengamanan dan peninjauan lapangan ini dikomandoi langsung oleh pimpinan tertinggi sektor, yakni Kapolsek Tanjung Batu, AKP Suparna P. Utomo. Berdasarkan rekapitulasi data operasional, kekuatan personel yang dikerahkan melibatkan sinergi lintas instansi, yang terdiri dari:
- Pimpinan kesatuan sektor kepolisian selaku Kapolsek Tanjung Batu, AKP Suparna P. Utomo.
- Kepala Seksi Umum Polsek Tanjung Batu, Aipda Frandeni.
- Perwakilan Sinka Rayon I/II, Kusnanto.
- Jajaran aparatur staf dari Kantor Kecamatan Tanjung Batu.
- Unsur aparat TNI dari kesatuan Brigade Infanteri.
- Para staf serta karyawan dari perusahaan PT SGN Cinta Manis.
- Serta segenap personel operasional dari kesatuan Polsek Tanjung Batu.
Di tengah jalannya agenda penyisiran rute, tim gabungan secara aktif menyusuri berbagai titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap ancaman kebakaran. Di samping memantau kondisi fisik lahan secara berkala, aparat bersama unsur pendukung turut menyampaikan berbagai poin imbauan persuasif kepada warga setempat, mencakup:
- Mengajak masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan kolektif serta melarang keras segala bentuk aktivitas yang dapat memicu timbulnya kebakaran, terutamanya pembukaan lahan dengan cara membakar.
- Mengingatkan warga untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok di area terbuka serta menghindari kebiasaan membuat perapian di sekitar kawasan lahan kering.
- Mendorong partisipasi aktif warga agar segera bergerak cepat melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi berwenang apabila mendapati adanya kemunculan kepulan asap maupun titik api.
- Membangun serta memperkokoh koordinasi operasional antara kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, dan pihak korporasi PT SGN Cinta Manis guna merawat kesiapsiagaan dini dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Desa Burai.
Berdasarkan keseluruhan hasil pemantauan intensif di lapangan, tim memastikan bahwa tidak ditemukan adanya titik api maupun insiden kebakaran hutan dan lahan



