Patroli Dialogis Tiga Pilar: Forkopimca Muara Kuang Perketat Pengawasan Cegah Karhutla

Upaya preventif dalam membentengi kawasan dari ancaman darurat ekologis akibat musibah kebakaran hutan dan lahan kembali dieksekusi secara nyata melalui pergerakan satuan tugas di basis perdesaan. Berdasarkan lembar dokumen laporan resmi yang diteruskan kepada jajaran pimpinan, agenda pengawasan lapangan terpadu tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 19 September 2026, dengan waktu dimulainya aktivitas peninjauan tercatat sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai di seluruh teritori hukum Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir.

Operasi pencegahan karhutla ini digerakkan secara kolaboratif oleh barisan pimpinan yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Muara Kuang. Jalannya giat peninjauan di lapangan dipimpin secara berdampingan oleh Camat Muara Kuang bersama Kepala Kepolisian Sektor Muara Kuang, Ipda Harry Setiawan, S.H., M.H. Solidnya barisan regu operasi turut diperkuat oleh kehadiran unsur Babinsa dari Koramil Muara Kuang, jajaran aparatur birokrasi pemerintah tingkat kecamatan, perwakilan aktif dari kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga yang tengah beraktivitas di sekitar zona perkebunan maupun lahan.

Pola penugasan di lapangan dijalankan dengan cara menyambangi secara langsung kantong-kantong wilayah yang diidentifikasi memiliki indeks kerawanan tinggi terhadap ancaman kebakaran. Sepanjang menyusuri jalur lintasan pemantauan, Kapolsek bersama regu gabungan secara aktif menyapa masyarakat seraya memberikan seruan humanis agar menghindari segala bentuk metode pembakaran saat membersihkan lahan maupun kebun. Warga juga diajak untuk menumbuhkan kepedulian kolektif dalam merawat lingkungan serta diminta agar sigap menyampaikan informasi kepada aparat apabila melihat adanya kemunculan kepulan asap atau titik api.

Berdasarkan hasil evaluasi akhir penugasan, seluruh rangkaian kegiatan patroli pengawasan tersebut sukses dituntaskan dalam suasana yang aman, tertib, serta lancar. Melalui pendekatan dialogis ini, warga setempat mendapatkan pencerahan serta edukasi komprehensif mengenai besarnya risiko dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana karhutla. Di samping itu, kegiatan ini berhasil memperkokoh jalinan kerja sama lintas sektor antara institusi kepolisian, unsur TNI, birokrasi pemerintahan kecamatan, dan elemen masyarakat dalam membentengi daerah dari ancaman bencana.