Membelah Rawa dan Belukar: Totalitas Dua Personel Polsek Rantau Alai Tembus Titik Api di Desa Sukananti Baru

OGAN ILIR – Keteguhan hati serta totalitas pengabdian tanpa batas kembali diperlihatkan oleh jajaran aparat kepolisian di garda terdepan dalam upaya menanggulangi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berbekal semangat melindungi keselamatan warga serta menjaga kelestarian lingkungan dari kerusakan ekologis, jajaran Polsek Rantau Alai langsung bergerak cepat menuju titik lokasi kejadian guna melaksanakan investigasi serta mitigasi darurat di wilayah Desa Sukananti Baru, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, pada Jumat, 28 Agustus 2026, tepatnya tatkala jarum jam menunjukkan pukul 15.10 WIB.

Rangkaian kegiatan peninjauan lapangan yang dilaporkan secara berkala dan terperinci kepada pimpinan tersebut berlandaskan pada hasil pelacakan koordinat geografis yang secara akurat menunjukkan posisi sasaran pada titik 3.4355466, 104.704025. Berdasarkan pendataan teknis operasional yang dihimpun langsung oleh petugas di tempat kejadian, luasan areal lahan yang sempat terdampak amukan si jago merah mencakup estimasi seluas kurang lebih satu hektar. Karakteristik wilayah tersebut didominasi oleh ekosistem lahan gambut dengan struktur jenis tanah mineral, sementara status penguasaan atau kepemilikan lahan secara administratif hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti dan memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Perjuangan Menembus Medan Ekstrem dan Hasil Pemadaman

Pelaksanaan misi kemanusiaan dan pengamanan wilayah ini sama sekali tidak berjalan mulus serta menuntut pengorbanan fisik yang luar biasa dari para petugas. Aparat di lapangan dihadapkan pada tantangan geografis yang sangat berat di mana titik pusat kebakaran teramat sulit dijangkau akibat ketiadaan akses infrastruktur jalan yang memadai. Perjalanan menuju lokasi semakin menguras tenaga tatkala petugas harus merangsek maju menembus rimbunnya belukar, melompati rintangan sekat-sekat kanal buatan, serta berjalan melintasi hamparan area rawa gambut yang dalam dan basah.

Kendati harus berjuang seorang diri di tengah medan yang mengisolasi tersebut, operasi peninjauan ini tetap dijalankan secara gigih oleh kekuatan personel yang melibatkan dua orang anggota tangguh dari unsur Polri. Seluruh proses penyisiran dilakukan secara mandiri tanpa didampingi oleh unsur pendukung eksternal lain, seperti personel TNI, satuan BPBD, regu Manggala Agni, partisipasi warga masyarakat setempat, maupun bantuan armada pemadam udara melalui unit helikopter water bombing.

Berdasarkan hasil pemeriksaan visual secara seksama di titik koordinat sasaran, petugas mengonfirmasi bahwa kobaran api secara keseluruhan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kendati titik api sudah lumpuh, karakteristik khas lahan gambut membuat kawasan tersebut terpantau masih menyisakan kepulan asap tipis, yang menandakan bahwa bara di dalam tanah masih memerlukan pengawasan ketat.

Seluruh dinamika di lapangan, hambatan akses jalan, serta laporan resmi perkembangan situasi mutakhir tersebut disampaikan secara komprehensif oleh Kapolsek Rantau Alai, Iptu Muhammad Ibnu Irfan, SH, kepada pimpinan tertinggi di lingkungan Polres Ogan Ilir guna memohon petunjuk serta arahan kebijakan lanjutan demi mengantisipasi potensi kerawanan susulan.