Manajemen Krisis Pulau Semambu: Polres Ogan Ilir Kendalikan Dampak Karhutla Lintas Sektoral dan Amankan Jalur Transportasi

OGAN ILIR – Akselerasi dalam memberikan perlindungan terhadap keselamatan publik serta mitigasi cepat terhadap dampak buruk polusi asap Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) terus diintensifkan oleh jajaran kepolisian. Merespons secara cepat kemunculan kabut asap yang menyelimuti kawasan pemukiman dan jalur lalu lintas di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir segera mengerahkan tim taktis ke lapangan pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi darurat guna menekan risiko gangguan kesehatan masyarakat serta mengamankan mobilitas warga.
Di lokasi terdampak, para personel kepolisian turun langsung ke jalan dan area publik untuk mendistribusikan alat pelindung pernapasan berupa masker medis kepada para pengendara serta warga sekitar yang masih harus beraktivitas di luar ruangan. Pembagian masker secara masif ini dirancang sebagai langkah preventif untuk mengeliminasi potensi infeksi saluran pernapasan akut akibat paparan partikel debu dan asap pembakaran lahan.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata dari kehadiran dan respons cepat Polri dalam memprioritaskan keselamatan jiwa masyarakat di tengah situasi kedaruratan lingkungan.
“Kami mengimbau dengan sangat agar seluruh warga dan para pengguna jalan yang melintasi area terdampak kabut asap ini secara disiplin menggunakan masker pelindung. Faktor kesehatan masyarakat merupakan prioritas tertinggi dan komitmen utama kami dalam menghadapi situasi kepulan asap ini,” jelas Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti dalam keterangannya.
Selain fokus pada proteksi kesehatan warga, ploting personel kepolisian di lapangan juga dikonsentrasikan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas secara ketat. Hal ini menjadi krusial lantaran kepulan asap tebal yang berasal dari titik api sempat menurunkan jarak pandang (visibility) para pengemudi kendaraan secara drastis, sehingga menciptakan kerawanan tinggi terhadap potensi kecelakaan lalu lintas.
“Anggota kami di lapangan dikerahkan secara melekat untuk mengatur jalannya arus kendaraan, mengarahkan pengemudi untuk memperlambat laju kendaraan mereka, serta mengingatkan agar menyalakan lampu utama sebagai langkah antisipasi visual. Kami meminta masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan saat melintas di rute tersebut,” urai AKBP Rizka Aprianti.
Secara paralel dengan pengamanan jalur transportasi, Polres Ogan Ilir bersama tim gabungan berskala besar yang terdiri dari unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait lainnya terus berjibaku melakukan penanggulangan titik api di pusat kebakaran. Upaya pemadaman darurat di lapangan dilakukan dengan mengombinasikan metode darat menggunakan pompa jinjing untuk menyisir area semak yang sulit ditembus, mobil tangki pasokan air milik BPBD, serta diperkuat melalui jalur udara dengan pengerahan 1 unit helikopter pengebom air (water bombing) guna memutus perambatan api secara cepat.
AKP Rizka Aprianti kembali mengingatkan secara tegas bahwa penanganan bencana karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan jalinan sinergi dan komitmen kuat dari seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Kami mengetuk kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen tidak membuka ataupun mengolah lahan pertanian dengan cara dibakar. Dampak negatif dari tindakan ini tidak hanya merugikan sektor kesehatan, melainkan juga mengancam keselamatan para pengguna jalan akibat terganggunya jarak pandang berkendara. Mari bersama-sama kita jaga kelestarian lingkungan ini,” imbau Kapolres dengan tegas.
Kondisi riil di lapangan mengonfirmasikan bahwa kabut asap dari kebakaran di Desa Pulau Semambu tersebut sempat mengepung ruang publik dan mengganggu kelancaran mobilitas para pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Menyikapi situasi tersebut, kesiapsiagaan personel di titik-titik rawan kecelakaan akan terus dipertahankan demi memastikan arus lalu lintas tetap bergerak aman, lancar, dan terkendali.
Pihak Polres Ogan Ilir mengeluarkan seruan akhir agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dini, selalu melengkapi diri dengan masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah, serta mematuhi setiap petunjuk serta arahan petugas di lapangan demi terwujudnya keselamatan bersama.



