Aksi Tanggap Darurat: Kapolres Ogan Ilir Pimpin Langsung Patroli Pengawasan Karhutla di Pemulutan

OGAN ILIR – Sebagai langkah responsif dalam menghadapi kerawanan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau, pimpinan Kepolisian Resor Ogan Ilir turun langsung ke lapangan. Kapolres Ogan Ilir memimpin pelaksanaan patroli gabungan serta pengecekan wilayah secara langsung guna memastikan situasi keamanan di kawasan hukum Polsek Pemulutan tetap terkendali pada Kamis (13/8/2026).

Kegiatan operasional pemantauan lapangan yang dimulai menjelang siang hari, tepatnya pukul 11.00 WIB, difokuskan pada kawasan-kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap insiden kebakaran. Berdasarkan rute penugasan, jajaran rombongan patroli menyusuri wilayah Desa Ibul 1 dan Desa Ibul 3, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam pelaksanaan tugas pengawasan tersebut, Kapolres Ogan Ilir didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Ogan Ilir, yang mencakup Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops), Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim), Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intel), serta Kepala Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak beserta Penanganan Pelanggaran Olahraga/Organisasi (Kasat PPA dan PPO). Kehadiran jajaran pimpinan tingkat resor ini disambut langsung di lokasi oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pemulutan AKP Angga, S.H., bersama seluruh personel kepolisian sektor setempat.

Operasi peninjauan ini tidak hanya melibatkan personel internal kepolisian, melainkan juga menggandeng unsur perwakilan Pemerintah Kecamatan Pemulutan serta jajaran anggota Komando Rayon Militer (Koramil) Pemulutan. Keterlibatan aktif lintas instansi ini mencerminkan solidnya koordinasi bersama dalam mengawal stabilitas keamanan serta mengantisipasi ancaman bencana di wilayah Kecamatan Pemulutan dan sekitarnya.

Di sela-sela rute patroli, Kapolres Ogan Ilir menyempatkan diri untuk mendatangi dan memeriksa secara langsung kondisi bidang lahan yang sebelumnya sempat dilalap api. Mengingat letak geografis lokasi tersebut berada di sekitar kawasan permukiman penduduk, pengawasan ekstra ketat mutlak diperlukan guna mencegah timbulnya ancaman susulan.

Pemeriksaan secara mendalam dilakukan guna memastikan bahwa tidak ada lagi sisa bara api maupun titik panas (hot spot) tersembunyi yang berisiko memicu kobaran api baru. Pimpinan tertinggi kepolisian resort tersebut menegaskan pentingnya memastikan situasi di lokasi benar-benar steril.

“Kita harus memastikan api benar-benar sudah padam dan tidak ada lagi hot spot yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali. Apalagi lokasi ini tidak jauh dari pemukiman masyarakat, sehingga jangan sampai api kembali muncul dan membahayakan warga,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres Ogan Ilir menekankan bahwa penanggulangan Karhutla merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut kepedulian tinggi dari setiap personel. Seluruh jajaran anggota diinstruksikan agar tidak bersikap pasif atau abai terhadap dinamika lingkungan di wilayah penugasan masing-masing, melainkan harus proaktif memantau situasi secara berkala.

“Jangan sampai ada anggota yang apatis terhadap situasi di wilayahnya. Lakukan pemantauan secara aktif dan segera laporkan apabila ditemukan adanya titik api maupun indikasi kebakaran,” pesan Kapolres.

Di samping itu, penguatan jejaring komunikasi serta koordinasi yang erat dengan instansi terkait turut menjadi perhatian utama. Kapolres mengarahkan agar sinergi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Manggala Agni terus dirawat dan ditingkatkan agar setiap potensi ancaman dapat direspons secara cepat dan terpadu.

“Lakukan koordinasi yang baik dengan BPBD dan Manggala Agni. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Apabila ditemukan adanya titik api atau kebakaran, segera lakukan komunikasi dan langkah penanganan bersama sehingga api dapat dikendalikan sedini mungkin,” ujarnya.

Aspek keselamatan kerja bagi seluruh personel yang diterjunkan dalam operasi lapangan juga mendapat perhatian serius dari pimpinan. Kapolres mengingatkan para anggotanya agar senantiasa mengenakan perangkat pelindung diri yang memadai selama beroperasi di area yang terdampak polusi asap atau memiliki risiko kesehatan tinggi.

“Keselamatan dan kesehatan anggota juga harus menjadi perhatian utama. Dalam melaksanakan tugas, gunakan APD dan masker sesuai kebutuhan. Jangan mengabaikan faktor keselamatan, karena anggota juga harus menjaga kondisi kesehatan agar dapat melaksanakan tugas secara optimal,” tegasnya.

Sebagai penutup, Kapolres mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah tingkat kecamatan, jajaran TNI-Polri, instansi penanggulangan bencana, hingga lapisan masyarakat luas untuk terus merapatkan barisan dalam menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran.

“Sinergi dan komunikasi harus terus kita tingkatkan. Pemerintah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat harus bersama-sama menjaga wilayah ini agar terhindar dari Karhutla,” tambahnya.

Menanggapi instruksi tersebut, Kapolsek Pemulutan AKP Angga, S.H., menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk segera mengejawantahkan seluruh arahan pimpinan dengan memperketat intensitas patroli wilayah serta memperkuat kerja sama dengan instansi lintas sektor.

“Kami siap melaksanakan arahan pimpinan dengan meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah hukum Polsek Pemulutan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, Koramil, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla,” ujar AKP Angga.

Pihak kepolisian sektor turut mengimbau warga masyarakat agar menumbuhkan kesadaran kolektif dengan tidak membuka lahan pertanian menggunakan metode pembakaran, serta segera menyampaikan laporan kepada petugas berwenang jika mendapati tanda-tanda kemunculan api atau asap mencurigakan di lingkungan mereka.