Gebrakan Digitalisasi Mapolres Ogan Ilir: Seluruh Personel Wajibkan Aktivasi IKD Sekaligus Kukuhkan Duta Perlindungan Sosial

Ogan Ilir — Gelombang modernisasi birokrasi berintikan teknologi digital kembali menyapu jajaran penegak hukum di wilayah hukum Kabupaten Ogan Ilir. Markas Kepolisian Resor Ogan Ilir mengambil langkah proaktif yang langsung menyasar internal institusi dengan mengintegrasikan sistem kependudukan elektronik sekaligus membekali para personelnya dengan peran strategis di bidang kesejahteraan masyarakat.
Pusat kegiatan yang menjadi saksi bisu transformasi administratif ini bertempat di Gedung Aula Tathya Dharaka. Sejak jarum jam menunjuk pukul 08.30 WIB pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, suasana markas komando tampak sibuk namun tertib, dipenuhi oleh deretan barisan aparat yang bersiap merampungkan pemutakhiran data personal mereka.
Orang nomor satu di jajaran kepolisian resor tersebut, yakni Kapolres Ogan Ilir, memimpin langsung jalannya pengawasan agenda penting ini. Kehadiran beliau didampingi pula oleh para perwira tinggi di jajaran pejabat utama polres serta Kepala Satuan Binaan Masyarakat Kepolisian Resor Ogan Ilir. Seluruh korps bintara hingga perwira tampak tumpah ruah mengikuti setiap tahapan tanpa ada yang terlewat.
Adapun inti operasional dari perhelatan hari itu mencakup tiga poin krusial yang saling terikat:
- Seluruh aparat kepolisian secara bergantian merampungkan proses verifikasi data wajah dan sandi keamanan guna mengaktifkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital pada gawai masing-masing, berkat kerja sama taktis bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.
- Setiap personel secara sukarela mendaftarkan diri untuk mengemban mandat baru sebagai garda terdepan pengawal jaminan sosial, yakni resmi bertindak sebagai Agen Perlindungan Sosial.
- Sesi transfer pengetahuan diberikan secara intensif, membahas tata cara pemanfaatan ekosistem digital kependudukan serta cara kerja agen sosial dalam mengawal ketepatan penyaluran hak-hak masyarakat bawah agar bebas dari salah sasaran.
Seluruh rangkaian giat dari pagi hingga siang hari itu berhasil dituntaskan tanpa hambatan berarti, mencerminkan kesiapan mental aparat dalam menyongsong era pelayanan publik berbasis digital yang transparan.



