Sinergitas Pengawalan Ketahanan Pangan: Polsek Pemulutan Bersama Pemdes dan Petani Pantau Pertumbuhan Jagung Seluas 3,5 Hektare di Ulak Kembahang I

OGAN ILIR – Komitmen nyata dan peran aktif secara berkesinambungan dalam mendukung serta menyukseskan program strategis pemerintah di sektor ketahanan pangan kembali dibuktikan oleh jajaran kepolisian di tingkat sektor. Guna memastikan keberhasilan budidaya pertanian di wilayah hukumnya, jajaran Polsek Pemulutan melalui Bhabinkamtibmas secara proaktif melaksanakan agenda monitoring terhadap perkembangan tanaman jagung pipil yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan Kuartal III di Desa Ulak Kembahang I, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu, 2 September 2026 pagi.

Rangkaian kegiatan pengawasan dan peninjauan lapangan yang mulai bergulir sekitar pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan unsur Bhabinkamtibmas Polsek Pemulutan yang turun langsung didampingi oleh Kepala Desa serta para pengurus kelompok tani setempat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah-tengah petani ini bertujuan untuk mengamati secara cermat tingkat perkembangan pertumbuhan tanaman jagung, mengevaluasi kondisi fisik lahan secara menyeluruh, serta mendiskusikan berbagai kendala teknis yang dihadapi para petani selama proses budidaya berlangsung.

Fakta Lapangan dan Kondisi Pertumbuhan Tanaman

Berdasarkan hasil pemantauan teknis di lokasi, hamparan lahan tanaman jagung pipil yang dikelola di Desa Ulak Kembahang I tersebut mencakup luas areal sekitar 3,5 hektare. Ketika petugas bersama kelompok tani melakukan pengecekan mendetail, usia tanaman jagung tercatat telah memasuki fase kurang lebih 85 hari, dengan ukuran tinggi batang rata-rata mencapai kisaran 150 sentimeter dari permukaan tanah.

Kendati demikian, dari hasil peninjauan langsung di lapangan, tim mendapati bahwa kondisi struktur tanah dan lahan saat ini terpantau relatif kering serta mengalami hambatan berupa kekurangan pasokan air. Faktor pembatas tersebut berdampak langsung pada pertumbuhan tanaman jagung di beberapa bagian areal lahan yang terlihat kurang seragam atau tidak merata. Menyikapi situasi tersebut, Bhabinkamtibmas bersama pihak pemerintah desa dan kelompok tani berkomitmen untuk terus mengintensifkan pemantauan berkala sekaligus memberikan dorongan semangat agar para petani tetap optimal dalam merawat dan mengelola lahan di tengah keterbatasan kondisi alam yang ada.

Pernyataan Pimpinan dan Komitmen Pengawalan Program

Kapolsek Pemulutan, AKP Nugrah Angga Oktari, S.H., menegaskan bahwa kegiatan monitoring rutin ini merupakan wujud nyata tanggung jawab serta dukungan penuh institusi Kepolisian Republik Indonesia terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Monitoring ini kami lakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan tanaman jagung sekaligus melihat secara langsung kendala yang dihadapi kelompok tani. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan,” ujar AKP Nugrah Angga Oktari.

Ia juga menyoroti bahwa faktor cuaca serta ketersediaan pasokan air yang memadai memegang peranan krusial yang harus mendapatkan perhatian serius dalam manajemen pengelolaan lahan pertanian ke depannya. Oleh karena itu, jalinan komunikasi yang harmonis antara para petani, pemerintah desa, dan instansi terkait harus senantiasa dipelihara dan diperkuat.

“Kita berharap tanaman jagung ini dapat terus tumbuh dan memberikan hasil yang baik. Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah,” imbuhnya.

Pelaksanaan kegiatan peninjauan lapangan ini sekaligus menjadi bentuk implementasi lanjutan dari program lintas sektoral dalam bidang ketahanan pangan, yang juga terintegrasi langsung dengan gagasan besar Program Polri Penggerak Ketahanan Pangan. Melalui frekuensi monitoring yang terjadwal secara berkala, Polsek Pemulutan berupaya memastikan seluruh dinamika pertumbuhan tanaman dapat terpantau dengan baik, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara pihak kepolisian, aparatur pemerintah desa, dan kelompok tani demi tercapainya kemandirian serta ketahanan pangan nasional di daerah. Seluruh rangkaian kegiatan pemantauan tersebut berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala berarti.