Pilar Ketahanan Pangan Perdesaan: Polsek Muara Kuang Bersama Warga Ibul Dalam Gelar Panen Raya

OGAN ILIR – Komitmen berkesinambungan dalam mengawal program strategis pemerintah guna mendorong kemandirian serta kedaulatan pangan nasional kembali direalisasikan melalui aksi nyata di tingkat perdesaan. Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Kuang bersama Pemerintah Desa Ibul Dalam, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, kembali memperkuat kolaborasi lintas sektoral dengan melaksanakan panen raya jagung program ketahanan pangan kuartal II tahun 2026.
Agenda kebersamaan yang sarat akan semangat gotong royong tersebut dilangsungkan pada Rabu, 2 September 2026, mulai sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di atas hamparan lahan pertanian produktif milik Desa Ibul Dalam. Kehadiran aparat kepolisian berseragam di tengah-tengah para petani membuktikan bahwa institusi Polri senantiasa hadir tidak hanya sebagai penjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, melainkan juga berperan aktif sebagai pendorong kemajuan ekonomi kerakyatan.
Kehadiran Unsur Pimpinan, Skala Budidaya, dan Dinamika Hasil Pertanian
Pelaksanaan panen raya komoditas hortikultura ini dihadiri secara langsung oleh jajaran pimpinan tingkat kecamatan serta para pemangku kepentingan desa. Tampak hadir mengikuti jalannya kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Rambang Kuang, Hermawan; Kepala Desa Ibul Dalam, Junaidi, beserta jajaran perangkat desa; Kapolsek Muara Kuang, Ipda Harry Setiawan, S.H., M.H.; Kasi PMD, Dira Arianza, S.Km.; Ketua beserta pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ibul Dalam; personel Polsek Muara Kuang; serta para anggota kelompok tani setempat.
Berdasarkan laporan teknis di lapangan, aktivitas panen raya ini dipusatkan di atas lahan seluas kurang lebih 2,5 hektare. Dari luas areal penanaman tersebut, proses pemetikan menghasilkan estimasi total produksi mencapai sekitar 1,5 ton jagung pipil.
Kendati demikian, dalam siklus budidaya kali ini, terdapat tantangan faktor alam yang turut memengaruhi tingkat hasil akhir produksi. Kapolsek Muara Kuang menjelaskan bahwa hasil panen belum mencapai angka maksimal akibat terkendala kondisi cuaca, khususnya musim kemarau panjang yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung sehingga ukuran hasil panen menjadi relatif lebih kecil. Meskipun demikian, semangat para petani tidak surut, di mana seluruh hasil panen selanjutnya akan melalui tahapan pengeringan (waiting) selama kurang lebih dua hingga tiga hari sebelum diproses dan dimanfaatkan lebih lanjut.
Pernyataan Resmi Kepolisian dan Komitmen Pendampingan Berkelanjutan
Dalam keterangannya, Kapolsek Muara Kuang, Ipda Harry Setiawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan wujud dedikasi serta dukungan nyata institusi Polri terhadap program ketahanan pangan melalui pola kemitraan terpadu bersama pemerintah desa, BUMDes, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.
“Melalui sinergi dan kerja sama yang baik, kami berharap program ketahanan pangan ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan optimalisasi pemanfaatan lahan serta mendukung ketersediaan pangan di tingkat lokal,” ungkap Ipda Harry Setiawan.
Lebih lanjut, perwira pertama kepolisian tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Ibul Dalam, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja keras merawat tanaman hingga tiba masa panen. Ia memastikan bahwa pihak kepolisian bersama instansi teknis terkait akan terus mendampingi serta mendorong inovasi pertanian secara berkelanjutan agar produktivitas pada musim-musim tanam berikutnya dapat semakin meningkat dan memberikan hasil yang optimal.
Seluruh rangkaian kegiatan panen jagung kuartal II dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Desa Ibul Dalam tersebut berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif hingga akhir acara.



