Aksi Tanggap Darurat Lintas Sektor: Polsek Indralaya Bersama Satgas Gabungan Padamkan Karhutla di Kelurahan Timbangan

OGAN ILIR – Dedikasi tinggi serta kesiapsiagaan operasional tanpa kenal lelah dalam menanggulangi ancaman darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar kembali dibuktikan melalui aksi penanganan yang terkoordinasi di lapangan. Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Indralaya bersama kekuatan gabungan yang terdiri dari personel Polres Ogan Ilir, BKO Polda Sumsel, unsur TNI (Babinsa), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, Manggala Agni, Lurah Timbangan, serta partisipasi aktif warga RT 10 Lingkungan V, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan elemen masyarakat setempat, bergerak serentak bahu-membahu memadamkan amukan si jago merah.
Operasi mitigasi, lokalisasi, dan pemadaman intensif ini dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, dengan durasi penanganan yang cukup panjang mulai pukul 11.30 WIB hingga pukul 18.30 WIB. Lokasi pemadaman dipusatkan di kawasan lahan terbuka yang berada di wilayah administrasi Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
Rincian Data Lapangan dan Parameter Teknis Kebakaran
Berdasarkan laporan operasional resmi yang dihimpun secara mendetail dari lokasi kejadian, peristiwa karhutla tersebut mencakup sejumlah indikator teknis, geografis, serta penanganan sebagai berikut:
- Titik Koordinat Lokasi: Terdeteksi secara presisi pada posisi -3.203574° 104.647641°.
- Estimasi Luas Kebakaran: Mencapai skala yang cukup luas, yakni kurang lebih 5 hektare.
- Jenis Vegetasi: Didominasi oleh pertumbuhan rumput semak belukar yang lebat.
- Karakteristik Tanah: Merupakan tipikal lahan berstruktur tanah gambut.
- Status Lahan: Masuk dalam kategori Area Penggunaan Lain (APL).
- Tindak Lanjut Lapangan: Tim gabungan secara proaktif melaksanakan operasi pemadaman jalur darat secara masif.
- Status Terkini: Kobaran api secara keseluruhan telah berhasil dipadamkan secara total, dengan kondisi di lapangan yang saat ini hanya menyisakan kepulan asap tipis dari sisa-sisa pembakaran di dalam gambut.
Tantangan Medan Operasi dan Metode Pemadaman Gabungan
Selama proses pemadaman berdurasi panjang yang berlangsung dari siang hingga petang tersebut, tim gabungan di lapangan sempat menghadapi berbagai kendala serta hambatan berat di medan operasi akibat karakteristik geografis dan vegetasi yang khas. Kondisi lapangan yang dipenuhi oleh semak belukar jenis purun serta tegakan kayu gelam, dengan bagian atas vegetasi yang telah mengering akibat cuaca panas, menyebabkan api dengan sangat mudah menjalar di atas kawasan rawa berstruktur tanah gambut sehingga memperlambat proses pelumpuhan titik api secara instan.
Kendati demikian, berkat kesigapan, soliditas, dan kerja sama tanpa kenal lelah dari personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, unsur kelurahan, serta dukungan penuh warga masyarakat, upaya pemadaman dapat dimaksimalkan secara optimal. Operasi penanggulangan dilakukan melalui kombinasi metode pemadaman manual serta pengerahan mesin pompa jinjing, dengan memanfaatkan sumber air yang diambil secara cermat dari kanal-kanal terdekat yang masih menampung cadangan air cukup.
Berkat dedikasi, kerja keras, dan komitmen tinggi dari seluruh unsur yang terlibat di bawah komando aparat kepolisian setempat, situasi di titik kebakaran kini telah berhasil dikendalikan secara tuntas. Seluruh api pokok telah padam sepenuhnya dan situasi di wilayah tersebut terpelihara dalam keadaan yang aman, terkendali, serta kondusif.



