Sinergi Tanggap Bencana: Polsek Rantau Alai Bersama Satgas Terpadu Sukses Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Mekarsari Baru

OGAN ILIR – Manifestasi nyata ketangguhan operasional, dedikasi tinggi, serta kecepatan bertindak dalam mengantisipasi dan menanggulangi ancaman darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) kembali diwujudkan melalui aksi penanganan langsung di lapangan oleh jajaran kepolisian sektor. Komitmen preventif serta responsif guna mengendalikan titik panas (hotspot) dan meredam potensi kerusakan lingkungan yang lebih luas digerakkan secara sinergis oleh satuan fungsi Polsek Rantau Alai. Agenda mitigasi darurat serta pengecekan wilayah terdampak tersebut dilangsungkan pada hari Senin, 24 Agustus 2026, dengan waktu dimulainya kegiatan penanganan di lokasi terpantau sejak pukul 16.30 WIB sore hingga tuntas seluruhnya.

Operasi pemadaman, penyiraman, dan pendinginan lahan secara langsung di lapangan dipimpin secara komando langsung oleh Kapolsek Rantau Alai Iptu Muhammad Ibnu Irfan, S.H., bersama regu personel Polsek Rantau Alai, serta didukung penuh oleh unsur gabungan yang melibatkan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat desa setempat, serta partisipasi aktif warga masyarakat.

Fakta Lokasi, Data Teknis, dan Unsur Pelaksana

Berdasarkan laporan operasional resmi yang dihimpun dari jalannya penanganan musibah Karhutlah tersebut, regu satuan gabungan berjibaku mengatasi kebakaran di titik koordinat -3,41284, 104,71983. Rincian faktual mengenai pelaksanaan operasi di lapangan mencakup:

  • Lokasi Kejadian: Bertempat di area samping Sekolah Rakyat (SR) yang terletak di Desa Mekarsari Baru, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
  • Skala Dampak Lahan: Luas keseluruhan area lahan yang dilaporkan terdampak oleh peristiwa kebakaran tersebut mencapai sekitar 1 hektare.
  • Karakteristik Wilayah: Area yang terbakar merupakan kawasan perkebunan dengan vegetasi berupa tanaman tebu di atas struktur jenis tanah mineral.
  • Status Kepemilikan Lahan: Hingga laporan resmi ini diterbitkan, status kepemilikan lahan yang terbakar tersebut masih belum diketahui secara pasti.
  • Kondisi Akhir Api: Berkat kerja keras tanpa kenal lelah dari seluruh unsur tim di lapangan, kondisi api saat ini dipastikan telah padam total, dengan situasi secara umum dinyatakan aman dan terkendali.
  • Kekuatan Personel Gabungan: Operasi pemadaman melibatkan kekuatan total yang terdiri dari 4 (empat) personel Polri dari Polsek Rantau Alai, 1 (satu) personel BPBD, 2 (dua) orang perangkat desa, serta 1 (satu) orang warga masyarakat.

Kendala Lapangan dan Langkah Koordinasi Lanjutan

Meskipun tim gabungan sempat dihadapkan pada kendala serta hambatan operasional di lapangan berupa keterbatasan sarana prasarana di mana proses pemadaman titik api harus dilakukan menggunakan alat seadanya atau secara manual, berkat semangat gotong royong dan kesiapsiagaan taktis, kobaran api berhasil dijinakkan sepenuhnya tanpa menimbulkan perluasan dampak kerusakan ekologis yang lebih besar.

Seluruh rangkaian kegiatan mitigasi dan penanggulangan Karhutlah tersebut dilaporkan secara resmi dan berkala langsung kepada pimpinan tertinggi, yakni Kapolres Ogan Ilir, oleh Kapolsek Rantau Alai, Iptu Muhammad Ibnu Irfan, S.H., disertai permohonan petunjuk serta arahan lebih lanjut dan komitmen penuh untuk senantiasa memantau perkembangan situasi di wilayah hukum setempat.