Pimpin Kegiatan TSKD, AKP Nugrah Angga Oktari S.H Serap Aspirasi dan Keluhan Warga Secara Langsung

OGAN ILIR – Sebagai wujud nyata komitmen institusi kepolisian untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan pelayanan yang humanis, jajaran Polsek Pemulutan kembali menggulirkan program inovatif di lapangan. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Touring Sambang ke Desa (TSKD) ini dilaksanakan pada Jumat 7/8/2026 di kawasan Desa Sembadak, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Pelaksanaan agenda kunjungan kerja lapangan dan dialog interaktif ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari, S.H. Kegiatan ini diikuti secara kompak oleh Wakapolsek Pemulutan, para Pejabat Utama (PJU) Polsek, jajaran Bhabinkamtibmas, serta disambut hangat oleh Kepala Desa Sembadak Bapak Sardi, bersama segenap unsur tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan puluhan warga setempat.

Program TSKD ini sengaja dirancang bukan sekadar sebagai agenda kunjungan formal biasa. Polsek Pemulutan menjadikan momentum ini sebagai ruang temu langsung dan wadah komunikasi dua arah guna mendengarkan aspirasi, menyerap informasi kamtibmas, sekaligus membangun jembatan kepercayaan publik yang kuat antara kepolisian dan masyarakat desa.

Dalam sesi tatap muka penuh keakraban tersebut, AKP Nugrah Angga Oktari, S.H. berkesempatan memperkenalkan diri beserta jajaran pejabat Polsek Pemulutan. Di hadapan warga, ia menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan lingkungan dan mengajak seluruh elemen desa untuk meningkatkan kewaspadaan dini. Fokus utama yang menjadi sorotan dalam edukasi kali ini adalah mengenai mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul datangnya musim kemarau. Warga diimbau dengan sangat agar tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara dibakar, serta diminta segera melapor jika melihat kemunculan titik api.

Kapolsek Pemulutan AKP Nugrah Angga Oktari, S.H. menjelaskan bahwa pergerakan personel berseragam ke desa-desa melalui program touring ini bertujuan untuk memotong jarak birokrasi, sehingga masyarakat tidak perlu segan berinteraksi dengan polisi.

“Program TSKD ini kami gagas sebagai langkah inovatif agar pelayanan kepolisian tidak hanya berpusat di dalam kantor saja. Kami ingin turun langsung ke lapangan, bertatap muka, berdialog santai, dan menyerap segala bentuk informasi maupun keluhan yang ada di tengah masyarakat. Dengan mendengarkan langsung, kami bisa memberikan solusi dan tindakan preventif yang lebih cepat dan tepat sasaran,” jelas AKP Nugrah Angga Oktari, S.H.

Langkah taktis dan humanis yang ditunjukkan Polsek Pemulutan ini mendapat atensi serta apresiasi tinggi dari pimpinan tertinggi kepolisian resor setempat. Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kehadiran personel langsung di tengah pemukiman warga merupakan implementasi nyata dari postur Polri yang Presisi.

“Kedekatan dengan masyarakat harus terus dijaga dan dirawat. Saya mengapresiasi inovasi TSKD yang dijalankan Polsek Pemulutan. Saya meminta seluruh anggota untuk terus memberikan pelayanan terbaik, membangun komunikasi yang sehat, dan mengajak warga berperan aktif menjaga kamtibmas, termasuk memperkuat kepedulian bersama terhadap pencegahan Karhutla di wilayah masing-masing,” tegas AKBP Rizka Aprianti.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kasi Humas Polres Ogan Ilir IPTU Mansyur, A.Md.Kep., S.H. ikut menambahkan bahwa program sambang desa terpadu ini memegang peranan krusial sebagai sistem deteksi dini (early warning system) kepolisian terhadap dinamika sosial di tingkat akar rumput.

“Dengan turun langsung ke lapangan melalui sarana touring ini, kami bisa lebih cepat menyampaikan edukasi secara personal, menerima masukan konkret, sekaligus memetakan kerawanan wilayah secara berkala. Sinergi yang kokoh antara Polri dan elemen masyarakat inilah yang menjadi kunci utama agar wilayah Ogan Ilir senantiasa aman, damai, dan kondusif,” pungkas IPTU Mansyur.

Rangkaian kegiatan TSKD di Desa Sembadak kemudian ditutup dengan patroli bersama memetakan potensi titik api di sekitar area perkebunan warga. Seluruh tahapan acara berlangsung dengan aman, tertib, lancar, serta mendapat sambutan penuh keakraban dari warga setempat.