Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti Imbau Warga Stop Aktivitas Pembakaran Lahan di Musim Kemarau

OGAN ILIR – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau mendapat perhatian serius dan penanganan super cepat dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir. Komitmen tersebut dibuktikan saat Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H. turun langsung ke lokasi titik api guna memimpin proses mitigasi dan penanggulangan kebakaran lahan yang melanda kawasan Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Jumat malam 7/8/2026.
Kehadiran orang nomor satu di Kepolisian Resor Ogan Ilir tersebut bertujuan untuk meninjau secara berkala pergerakan arah angin dan api, memimpin taktik pemadaman, serta memastikan seluruh personel dan sarana prasarana yang ada di lapangan bekerja secara optimal. Operasi kemanusiaan dan penyelamatan lingkungan ini berlangsung maraton di bawah kepungan asap tebal sejak pukul 19.00 WIB malam hingga berhasil dijinakkan sekira pukul 02.30 WIB dini hari.
Berdasarkan hasil pemetaan dan kalkulasi sementara di lapangan, luas area lahan yang dilalap si jago merah diperkirakan mencapai lebih kurang 25 hektare. Karakteristik lahan yang didominasi oleh vegetasi rumput liar, semak belukar, kayu gelam, serta hamparan ilalang kering membuat kobaran api dengan sangat cepat meluas dan sempat menyulitkan proses lokalisir titik api.
Menghadapi situasi krusial tersebut, sinergitas kokoh diperlihatkan oleh ratusan petugas di lapangan. Personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Manggala Agni, serta dibantu secara swadaya oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Palemraya bahu-membahu menembus pekatnya malam demi melakukan pemadaman serta pendinginan bara api.
Di sela-sela memimpin operasi pemadaman di tengah lahan yang terbakar, Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kunci utama dalam penanggulangan Karhutla adalah kecepatan bertindak dan soliditas instansi sektoral di lapangan.
“Kami turun langsung ke lokasi malam ini untuk memastikan seluruh proses pemadaman dan lokalisir area berjalan dengan maksimal tanpa kendala teknis. Kondisi vegetasi kering berupa semak belukar dan ilalang yang luas, ditambah tiupan angin malam, menjadi tantangan tersendiri karena api sangat mudah menjalar. Oleh sebab itu, seluruh unsur yang terlibat harus satu komando, menjaga keselamatan, dan terus melakukan pemantauan intensif di area terdampak hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman,” tegas AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H.
Dalam mempercepat proses penjinakan api, tim gabungan mengoptimalkan pemanfaatan beragam peralatan modern maupun konvensional. Armada taktis berupa mobil tangki suplai air kapasitas besar, kendaraan Armored Water Cannon (AWC) milik Polri, hingga mesin pompa jinjing dikerahkan ke titik-titik krusial yang sulit dijangkau, dibantu penyisiran manual oleh petugas menggunakan peralatan pemukul api.
Berkat kerja keras dan gotong royong lintas instansi selama lebih dari tujuh jam, amukan api secara umum akhirnya berhasil dikendalikan dan diisolasi agar tidak meluas ke pemukiman. Kendati demikian, guna mengantisipasi ancaman api sekunder, petugas gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi melainkan tetap bersiaga melakukan penyiraman dan pendinginan (cooling down) pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap pekat.
Kapolres Ogan Ilir juga mengeluarkan maklumat tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dini dan menahan diri dari segala bentuk aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan pertanian dengan cara dibakar. Polres Ogan Ilir bersama unsur TNI dan pemerintah daerah berkomitmen akan terus menyiagakan personel patroli guna menjaga kelestarian lingkungan serta keselamatan seluruh warga Ogan Ilir dari bahaya kabut asap.



