Dedikasi Tanpa Batas: Ketangguhan Polri dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Ogan Ilir

OGAN ILIR – Terik panas matahari yang membakar kulit, pekatnya kepulan asap yang menyesakkan dada, serta debu yang bertebaran di udara tidak sedikitpun memudarkan semangat juang para aparat di garis depan. Di tengah beratnya medan serta tantangan alam yang menguji fisik, personel Polri bersama unsur tim gabungan tetap siaga penuh mendedikasikan diri untuk melaksanakan operasi pemadaman serta pengawasan intensif terhadap bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai kawasan rawan wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
Berbekal peralatan seadanya serta keteguhan mental yang tinggi, para petugas tanpa ragu terjun langsung ke titik-titik api guna menjinakkan kobaran yang melalap lahan. Tugas mereka tidak hanya terbatas pada upaya memadamkan api yang tengah membesar, melainkan juga melanjutkan proses pendinginan (cooling down) secara menyeluruh. Langkah teliti ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi sisa bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kemunculan titik api baru atau memperluas cakupan wilayah yang terbakar.
Bagi setiap anggota yang bertugas di lapangan, misi ini mengemban makna pengabdian yang jauh melampaui sekadar rutinitas dinas. Setiap tetes keringat yang keluar merupakan bagian dari ikhtiar kemanusiaan untuk melindungi keselamatan warga dari ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap, menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan hidup, serta mengamankan daerah dari potensi kerusakan alam yang lebih parah.
Apresiasi dan penghargaan yang tulus turut disampaikan langsung oleh Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., kepada seluruh jajaran personel serta elemen tim gabungan yang senantiasa menunjukkan loyalitas luar biasa di tengah beratnya kondisi lapangan.
“Saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang mendalam kepada seluruh personel dan tim gabungan yang tidak kenal lelah terus bekerja keras di lapangan. Medan yang sulit, teriknya panas, serta tebalnya asap terbukti tidak menyurutkan semangat kalian untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. Saya berpesan agar setiap petugas senantiasa mengutamakan faktor kesehatan dan keselamatan diri, namun tetap melaksanakan tugas mulia ini dengan penuh tanggung jawab,” ungkap AKBP Rizka Aprianti.
Selain mengandalkan aksi penanggulangan langsung di lokasi, Kapolres juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Upaya pemadaman di lapangan ditegaskan harus berjalan beriringan dengan langkah pencegahan preventif serta edukasi persuasif agar warga tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Kita tentu tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan serta kepedulian dari lingkungan sekitar. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian alam dan menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar, karena dampak buruknya bukan hanya dirasakan oleh pelaku, melainkan sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat luas,” tegas Kapolres.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Polres Ogan Ilir bersama unsur tim terpadu memastikan akan terus meningkatkan intensitas patroli wilayah, memperketat pemantauan titik panas, serta bergerak cepat merespons setiap potensi ancaman Karhutla. Langkah antisipatif ini diambil guna menekan seminimal mungkin dampak pencemaran udara dan menjaga keamanan warga.
Panas matahari boleh jadi membakar bumi, namun semangat pengabdian para petugas di lapangan dijamin tidak akan pernah padam. Melalui sinergi yang solid antara Polri dan tim gabungan, upaya pencegahan Karhutla terus digelorakan demi melindungi masyarakat serta menjaga Kabupaten Ogan Ilir dan Provinsi Sumatera Selatan agar senantiasa aman, sehat, dan bebas dari bahaya asap.



