Dedikasi di Tengah Kepulan Asap: Tim Gabungan Berjibaku Padamkan 10 Hektare Lahan Gambut di Desa Tanjung Pule

OGAN ILIR – Semangat gotong royong kembali menjadi kunci keberhasilan dalam menekan laju kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan. Pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, sebuah operasi pemadaman skala besar digelar di Desa Tanjung Pule, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Aksi ini merupakan respons taktis atas temuan titik api yang mengancam kawasan perkebunan kelapa sawit milik warga, melibatkan satuan gabungan dari Polres Ogan Ilir, Polsek Indralaya, personel TNI, tim dari BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Tanjung Pule, serta dukungan swadaya dari warga setempat.
Medan operasi yang menantang menuntut ketahanan fisik dan koordinasi yang presisi di antara seluruh pihak yang terlibat. Terhitung sejak pukul 10.00 WIB pagi, barisan tim gabungan segera melokalisir sumber api. Pembersihan dan pemadaman berlangsung intensif tanpa henti hingga mencapai titik tuntas pada pukul 16.30 WIB. Berdasarkan data lapangan yang dihimpun oleh tim operasional, luasan area yang terdampak oleh jilatan api mencapai estimasi 10 hektare.
Struktur tanah di lokasi kejadian menjadi tantangan teknis paling krusial. Identifikasi di lapangan menunjukkan bahwa lahan tersebut didominasi oleh tanah gambut dengan kedalaman yang signifikan. Meskipun api yang membakar vegetasi di permukaan telah berhasil dijinakkan, ancaman laten tetap tersisa dalam bentuk bara putih yang tertanam jauh di dalam lapisan tanah gambut. Bara inilah yang terus memicu kepulan asap putih pekat, yang jika tidak segera ditangani, berpotensi memicu api untuk kembali berkobar.
Untuk memutus rantai potensi kebakaran susulan, para petugas dan warga di lokasi menerapkan strategi pendinginan manual secara menyeluruh. Dengan memanfaatkan ketersediaan selang milik BPBD yang dipadukan secara efektif dengan selang air milik warga, air disemprotkan ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap, memastikan seluruh lapisan gambut benar-benar basah dan suhu bara turun secara drastis.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas sinergitas yang terbangun. Beliau menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam situasi bencana adalah wujud dari pengabdian untuk menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat adalah fondasi terkuat dalam mitigasi bencana musiman ini.
“Polri bersama tim gabungan akan selalu hadir dalam upaya pencegahan dan mitigasi Karhutlah yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Ogan Ilir. Penanganan Karhutlah membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, MPA maupun masyarakat,” ujar Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., saat memberikan arahan pasca-operasi.
Beliau juga secara tegas mengingatkan masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Mengingat kondisi geografis Ogan Ilir yang didominasi lahan gambut, api kecil sekali pun dapat berdampak sangat luas jika tidak segera diantisipasi.
Di sisi lain, Kapolsek Indralaya, IPTU Rangga Saputra, S.H., M.H., yang memimpin langsung jalannya pemadaman di lapangan, memastikan bahwa pasca-operasional, tim tetap melakukan pengecekan berkala. Fokus utama adalah pada kedalaman gambut yang sebelumnya menyimpan bara.
“Kami terus melakukan pendinginan dan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat kembali membesar. Sinergi antara petugas dan masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan Karhutlah,” ungkap IPTU Rangga Saputra, S.H., M.H.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Humas Polres Ogan Ilir, IPTU Mansyur, A.Md., Kep., S.H., menambahkan bahwa jajaran Polres Ogan Ilir kini lebih meningkatkan frekuensi patroli preventif di area-area yang memiliki karakteristik lahan gambut rawan terbakar. Sosialisasi edukatif juga terus digalakkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya jangka panjang dari kebakaran lahan terhadap kualitas udara dan kesehatan publik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Ogan Ilir untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutlah. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dapat menimbulkan dampak yang luas dan membahayakan lingkungan serta masyarakat,” kata IPTU Mansyur, A.Md., Kep., S.H.
Sebagai langkah preventif ke depan, Kasi Humas menginstruksikan masyarakat untuk segera melapor kepada petugas terdekat jika ditemukan tanda-tanda awal kebakaran. Respons yang cepat, menurutnya, adalah penentu utama keberhasilan pemadaman sebelum api meluas tak terkendali.
“Pencegahan Karhutlah merupakan tanggung jawab bersama. Dengan adanya kepedulian dan sinergi antara masyarakat, TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, MPA dan seluruh stakeholder, diharapkan kejadian Karhutlah di wilayah Kabupaten Ogan Ilir dapat diminimalisir,” tutupnya.
Hingga laporan ini disusun, lokasi lahan gambut yang terbakar telah dinyatakan aman. Tim gabungan tetap menjalankan fungsi pengawasan dan pemantauan secara periodik untuk menjamin bahwa tidak ada titik api susulan yang muncul, sehingga ancaman bencana dapat tertanggulangi dengan tuntas.



