Aksi Tanggap Darurat Lapangan: Jajaran Polsek Rantau Alai Berhasil Jinakkan Karhutla di Desa Mekar Sari

OGAN ILIR – Dedikasi tinggi serta langkah responsif dalam mengantisipasi dan menanggulangi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali diwujudkan secara nyata oleh jajaran Kepolisian Sektor Rantau Alai di bawah naungan hukum Polres Ogan Ilir. Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam melindungi kelestarian lingkungan serta keselamatan warga dari bahaya kerusakan ekosistem dan dampak buruk kabut asap, aparat kepolisian sektor secara proaktif mengerahkan personelnya untuk langsung terjun ke lapangan guna melaksanakan operasi mitigasi dan pemadaman titik api.
Pelaksanaan kegiatan pengecekan titik api serta pemadaman lahan yang terbakar tersebut dilangsungkan pada Jumat, 28 Agustus 2026, dengan waktu pengamatan dan penindakan di lapangan yang dimulai secara intensif sekira pukul 10.00 WIB. Laporan resmi terkait perkembangan situasi serta hasil penanggulangan bencana ini disampaikan secara terstruktur oleh Kapolsek Rantau Alai, Iptu Muhammad Ibnu Irfan, S.H., langsung kepada Kapolres Ogan Ilir.
Lokasi Kejadian dan Parameter Teknis Lahan
Berdasarkan data operasional serta hasil pengecekan langsung yang divalidasi dari lapangan, titik koordinat serta parameter teknis mengenai peristiwa karhutla tersebut mencakup beberapa rincian berikut:
- Wilayah Administratif: Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
- Titik Koordinat Lokasi: Terdeteksi berada pada posisi 3.4240818, 104.734153.
- Estimasi Luas Kebakaran: Tercatat total area lahan yang terdampak amukan api mencapai kurang lebih 1,4 Hektar.
- Karakteristik Lingkungan: Kawasan yang terbakar didominasi oleh vegetasi lahan gambut dengan struktur jenis tanah mineral.
- Status Kepemilikan Lahan: Status hukum kepemilikan lahan tempat terjadinya kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti.
- Status Kondisi Api: Berkat kerja keras dan kesigapan petugas di lapangan, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya, meskipun pemantauan lanjutan mencatat masih menyisakan sedikit kepulan asap tipis.
Unsur Pelaksana dan Kekuatan Personel
Dalam pelaksanaan misi kemanusiaan dan operasi pemadaman di lapangan, penanggulangan karhutla ini digerakkan secara mandiri oleh aparat kepolisian dengan rincian kekuatan sebagai berikut:
- Kepolisian (Polri): Mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 4 (empat) orang personel aktif dari Polsek Rantau Alai yang turun langsung untuk memimpin dan mengeksekusi proses mitigasi.
- Instansi Terkait dan Masyarakat: Unsur pendukung dari pihak TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, maupun keterlibatan warga sipil terpantau nihil, serta tidak ada pengerahan unit helikopter water bombing.
Kendala Medan Operasional di Lapangan
Dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana tersebut, tim kecil personel Polsek Rantau Alai harus berjibaku menghadapi berbagai tantangan geografis yang cukup berat. Berdasarkan laporan struktural kepada pimpinan, hambatan utama yang ditemui di antaranya adalah lokasi titik api yang sangat sulit dijangkau akibat keterbatasan infrastruktur akses jalan yang tidak memadai, ditambah dengan kondisi medan yang terisolasi oleh sekat-sekat kanal air, area rawa gambut yang dalam, serta lebatnya pertumbuhan belukar.
Seluruh rangkaian giat penanggulangan karhutla di Desa Mekar Sari tersebut telah dilaporkan secara transparan dan akuntabel kepada pimpinan tertinggi kepolisian resort sebagai bentuk pertanggungjawaban operasional sektor, disertai permohonan petunjuk serta arahan lebih lanjut demi mengoptimalkan langkah pencegahan dan penanganan di kemudian hari.



